Rabu, 09 Februari 2011

Sajian Kebudayaan Khas Yogyakarta (2)

2. Yogyakarta Gamelan Festival (YGF)


YGF merupakan festival gamelan yang diselenggarakan oleh sebuah komunitas gamelan di Yogyakarta bernama komunitas Gayam 16. Festival ini melibatkan maestro-maestro gamelan ternama, baik dari dalam maupun luar negeri. Jika Anda mengira sajian gamelan di sini berupa gamelan klasik yang sangat membosankan, Anda salah besar. Para penampil di acara ini senantiasa menyajikan gamelan yang dikemas secara beda dan dikolaborasikan dengan sejumlah alat musik lain, sehingga musik gamelan terdengar lebih hidup, atraktif, dan gaul. Acara ini biasanya diselenggarakan pada pertengahan bulan Juli selama tiga hari berturut-turut (Jumat-Minggu) mulai pukul 19.30 WIB, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Jl. Sriwedani 1.

Untuk menikmati sajian ini, Anda tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis. Dan jika Anda berminat untuk menonton festival ini, datanglah ke lokasi sebelum pertunjukan dimulai. Jika tidak, mungkin Anda akan kehabisan tempat duduk karena peminat acara ini sungguh luar biasa banyak.

Sajian Kebudayaan Khas Yogyakarta (1)

Siapapun Anda yang sedang berkunjung atau berada di Yogyakarta, sangat dianjurkan untuk datang ke acara-acara berikut. Sebagai mahasiswa, misalnya, yang jauh-jauh menuntut ilmu ke kota budaya ini, bisa dibilang rugi besar jika Anda melewatkan hari-hari Anda hanya untuk berkutat dengan materi-materi kuliah, baik di kampus maupun di kost. Ada baiknya Anda keluar sejenak menikmati sisi lain kota ini, melihat betapa kayanya negeri ini. Berikut ini beberapa event budaya tahunan di sekitar kota Yogyakarta yang sungguh sayang untuk Anda lewatkan.

1. Sekaten

Sekaten merupakan sebuah upacara adat yang digunakan untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, atau kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebelum acara puncak yang disebut Grebeg Mulud, terlebih dahulu diadakan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) selama sebulan penuh, bertempat di Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. PMPS inilah yang selalu ditunggu masyarakat Yogyakarta setiap tahunnya. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai macam permainan khas pasar malam seperti komedi putar, ombak banyu, tong stand, dan rumah hantu. Beberapa makanan & minuman khas seperti kerak telor, wedang ronde, serta nasi kucing juga bisa dengan mudah Anda temukan di sini. Secara umum memang tidak ada yang berbeda dengan pasar malam lainnya. Namun, suasananya yang ramai tapi ramah khas orang Yogyakarta membuat masyarakat selalu kangen dengan kehadiran PMPS ini.

Tahun ini, PMPS berlangsung selama sebulan lebih dari tanggal 7 Januari - 26 Februari 2011, dengan mengusung tema besar "Harmoni Budaya, Ekonomi, dan Religi."

Sabtu, 11 September 2010

Selamat Idul Fitri 1431 H

Walaupun agak terlambat, e-cardnya cuma ngopy pula, saya sekeluarga mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Mohon maaf lahir & batin.
Semoga menjadi kemenangan yang berkah dan bermanfaat bagi kita & Indonesia.

Kamis, 29 Juli 2010

Technocorner 2010: Roboline Follower Contest

Roboline Follower Contest merupakan lomba adu cepat robot Line Follower. Lomba robot ini merupakan agenda tahunan dari Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM yang tergabung dalam rangkaian acara Technocorner 2010. Lomba ini diselenggarakan hari Sabtu tanggal 24 Juli 2010 yang lalu, di plaza KPTU Fakultas Teknik UGM.


Arena yang digunakan terdiri dari 4 lintasan. Tipe arena ini menjadi ciri khas, lain daripada yang lain, karena dalam satu waktu mengadu 4 robot sekaligus. Arena berukuran 8 x 7 meter ini menambah tingkat kesulitan di mana penggunaan bateray lebih banyak. Sehingga peserta harus mengoptimalisasi penggunaan daya pada robot masing-masing agar tetap mampu bertanding.


Selain itu, perlombaan ini menggunakan sistem poin, di mana peringkat pertama sampai 4 pada setiap pertandingan diberi poin yang berbeda. Peserta dengan poin terbanyak lolos ke babak berikutnya. Setiap peserta mendapat minimal 2 kali hak bertanding.


Sampai hari terakhir pendaftaran, terdapat 87 tim dari berbagai perguruan tinggi dan SMA, seperti ITB, ITS, Politeknik Negeri Jakarta, SMA 9 Yogyakarta, & SMA 1 Ngaglik Sleman. Para peserta ini harus terlebih dahulu melalui kualifikasi untuk menentukan tim mana saja yang melaju ke babak 64 besar. Kualifikasi dilakukan sebanyak 2 kali bertanding, dengan nilai dari kedua race diakumulasikan. Dari babak 64 besar, dengan sistem gugur terpilihlah 16 besar tim untuk bertarung di babak selanjutnya. 16 tim ini memperebutkan 4 tempat di final untuk menentukan juara 1, 2, dan 3.


Selain itu, perlombaan ini menggunakan sistem poin, di mana peringkat pertama sampai 4 pada setiap pertandingan diberi poin yang berbeda. Peserta dengan poin terbanyak lolos ke babak berikutnya. Setiap peserta mendapat minimal 2 kali hak bertanding.


Sampai hari terakhir pendaftaran, terdapat 87 tim dari berbagai perguruan tinggi dan SMA, seperti ITB, ITS, Politeknik Negeri Jakarta, SMA 9 Yogyakarta, & SMA 1 Ngaglik Sleman. Para peserta ini harus terlebih dahulu melalui kualifikasi untuk menentukan tim mana saja yang melaju ke babak 64 besar. Kualifikasi dilakukan sebanyak 2 kali bertanding, dengan nilai dari kedua race diakumulasikan. Dari babak 64 besar, dengan sistem gugur terpilihlah 16 besar tim untuk bertarung di babak selanjutnya. 16 tim ini memperebutkan 4 tempat di final untuk menentukan juara 1, 2, dan 3.


Empat peserta sekaligus beradu dalam satu arena

Salah seorang peserta sedang mempersiapkan robotnya di atas arena

Hasil 16 besar memunculkan nama Stardust, Kui Hao, Megophyres (ketiganya dari jurusan Elins Fakultas MIPA UGM), serta The Little Angle (SMA 1 Ngaglik) untuk bertarung di babak akhir. Tim terakhir ini benar-benar mengejutkan semua pihak karena tim tersebut merupakan satu-satunya tim dari SMA yang mampu melaju hingga final, mengalahkan tim-tim dari perguruan tinggi ternama.


Pada babak final yang sangat ketat dan seru karena keempat tim diadu dalam satu arena, akhirnya tim Kui Hao berhasil mencapai finish dengan waktu tercepat, disusul Stardust dan Megophyres. Kejutan besar dari The Little Angle pun terhenti di babak yang paling menentukan ini. Selamat kepada para pemenang. Terimakasih kepada seluruh peserta telah berpartisipasi dan bertanding dengan sportif. Sampai jumpa tahun depan.

Yogyakarta Gamelan Festival 2010: Gamelan Anytime

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) kembali digelar tahun ini. Penyelenggaraan yang sudah mencapai tahun ke 15 tahun ini diselenggarakan 16-18 Juli 2010 yang lalu di Concert Hall dan Amphi Teater Taman Budaya Yogyakarta. YGF 2010 ini adalah tahun kedua pelaksanaan setelah ditinggal tokoh seniman berpengaruh yang pernah dimiliki Yogyakarta sekaligus Indonesia, yakni Sapto Raharjo.

Sepeninggal Mbah Sapto, YGF digarap oleh putra sulungnya, Ishari Sahida (30), atau yang akrab disapa Ari Wulu. Talenta dan ide-ide liar Mbah Sapto, sapaan bagi Sapto Raharjo, jelas bukanlah tandingan bagi Ari. Karena itulah, kepala utama YGF yang dulu dipegang Sapto, kini harus dijabat oleh tujuh orang. Selain Ari serta sang adik dan suami, ada empat orang lain yang merupakan tangan kanan Mbah Sapto. Merekalah penggerak YGF sekarang.

Mengenai pelaksaan YGF 2010 ini, Ari mengatakan mengusung tema “Anytime” yang dimaknai gamelan pada akhirnya bisa berbunyi setiap waktu tidak dalam konteks bebunyian gamelan yang terdengar tapi spirit bunyi gamelan itu yang bisa memberi manfaat kepada semua pihak. “Gamelan tidak ditabuh setiap saat. Nek ditabuh ono duite, kabeh do nabuh gamelan,” kata Ari.


Yogyakarta Gamelan Festival ke 15 ini diikuti 10 kelompok musik yang memainkan musik gamelan yang dikolaborasikan dengan alat musik lain. 10 kelompok ini adalah KPH 10 (Yogyakarta & USA), Kyai Fatahillah Meets Ensemble Gending (Bandung dan Belanda), OrkeStar Trio with Ramu Thiruyanam (Singapura). Selain itu akan tampil pula Jendela Ide by Bintang Manira, Adi Supriadi, Wawan Kurniawan dan Gita Mahatma (Bandung, Indonesia), Andrawina (Yogyakarta, Indonesia), Sumunar Gamelan & Dance Ensemble (Minnesota, USA), Rene Lysloff (California, USA), Bronze Age( Singapura), Kiai Kanjeng (Yogyakarta).


Pemain, penonton, dan volunteer berbaur menjadi satu pada penutupan YGF 2010

Bagi saya pribadi, gamelan merupakan aset budaya bangsa yang masih memiliki tempat di hati banyak masyarakat, tidak hanya masyarakat Indonesia namun juga warga negara asing. Hal ini bisa dilihat di tiga hari pelaksanaan YGF 2010, penonton selalu memadati Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Tidak sedikit turis asing yang begitu antusias dan sangat menikmati pertunjukan gamelan ini.

Salah satu penampil dalam YGF 2010, yaitu Bronze Age dari Singapura, yang terdiri dari beberapa mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di negaranya, bahkan mengatakan bahwa gamelan merupakan mata kuliah wajib di universitas mereka. Entah harus bangga atau sedih dengan fenomena ini, sungguh sebuah ironi karena gamelan di rumahnya sendiri justru kurang mendapat tempat yang istimewa. Pecinta gamelan sudah banyak, namun penggiatnya tidak sebanding.

Saya dan pecinta gamelan lain berharap, YGF ini akan selalu hadir agar nafasnya dapat selalu kita rasakan, anytime and everywhere. Hanya dengan menghadirkannya di tengah-tengah kita secara langsung, gamelan akan terus tumbuh menjadi sebuah kekayaan tak tertandingi, kekayaan abadi milik bangsa ini.

Kamis, 04 Maret 2010

Sarjana Kurang Sehat

Tiga tahun terakhir, kegagalan tes kesehatan sarjana pencari kerja terus meningkat. Sebagian besar kegagalan akibat penyakit degeneratif yang erat dengan gaya hidup dan pola makan tidak sehat. Salah satunya terlihat dari tes kesehatan seleksi pegawai PLN yang dilakukan Engineering Career Center (ECC) UGM. Tingkat kegagalan mencapai 57 %. Dari 371 pelamar, hanya 111 yang lolos tes kesehatan.

Dari jumlah itu, kegagalan terbanyak karena kadar kolesterol tinggi yang mencapai 34 %. Kegagalan kedua buruknya kondisi jantung sejumlah 17 %, kemudian diabetes mellitus, serta asam urat. Fenomena kegagalan yang terus meningkat ini hampir terjadi di seluruh Indonesia.

Selain kesehatan, jumlah kegagalan tes psikologi ketika melamar kerja juga sangat tinggi. Rata-rata di atas 40 % pada berbagai perusahaan. Lulusan perguruan tinggi juga dinilai kurang matang secara emosional untuk bekerja. Selain kurang mampu menangani konflik dan tekanan kerja, keterampilan bekerja sama dalam tim juga minim.

Sebaliknya, tingkat keberhasilan seleksi akademik justru meningkat. Ini menunjukkan mahasiswa sekarang pintar-pintar, IPK mereka tinggi, tetapi kurang pengembangan diri dan kemampuan sosial.

Menurut Ketua Satgas Kemitraan Industri UGM, Nurhadi, kemampuan akademis tak banyak menambah peluang lulusan perguruan tinggi diterima bekerja. Kemampuan akademis dan keterampilan hanya menyumbang 20 % untuk diterima bejerja. Adapun 80 % lainnya adalah kemampuan sosial dan pengembangan diri. Perusahaan pun lebih menyukai lulusan yang aktif berorganisasi saat kuliah.

Untuk mengatasi ketidaksiapan sarjana terjun ke dunia kerja, perguruan tinggi perlu mendorong pendidikan pengembangan diri mahasiswa. Kampus jangan hanya berorientasi nilai akademis, tetapi juga memberi kesempatan mahasiswa berkembang di sisi sosial dan kegiatan kemasyarakatan.

Selasa, 16 Februari 2010

Naksir STL Dengan Segala Kemegahannya

Saya naksir STL! awalnya saya bnr2 anti sama konsentrasi ini, karena merasa kurang mampu, kurang berpotensi, dsb. Tapi setelah melalui diskusi yang sangat panjang dan berulang-ulang dengan seorang kakak angkatan, sebut saja mas Herbudi (memang itu namanya), tumbuhlah rasa di antara kami (maksudnya saya sama si STL).

STL atau sistem tenaga listrik, kalo di jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM, adalah prodi yang prospek ke depannya mengurusi masalah power atau ketenagaan. Listrik tegangan tinggi, atau arus kuat lah bahasa jadulnya. Orang-orang di PLN, sebagian besar biasanya lulusan dari konsentrasi yang satu ini.

Beberapa hal yang saya peroleh dari mas Herbudi, yang sedikit banyak telah mengubah pandangan saya, adalah sebagai berikut :
1. STL banyak proyek. Dari proyek bisa nambah uang saku (walaupun tentu bukan itu tujuan utama saya pengen dapet proyek)
2. STL UGM, katanya, adalah konsentrasi terbaik untuk kategori yang sama di Asia Tenggara
3. STL ga akan mati. Jelas aja, listrik bakal terus dipake umat manusia insyaallah sampai akhir zaman. Jadi anak-anak STL bakal terus dibutuhkan
4. Untuk wisuda bulan ini (Februari-red), lulusan terbaik TE datang dari konsentrasi STL, dengan IPK 3,7 sekian. Wisudawan tercepat, 3,3tahun, juga dari STL (siapa tahu selanjutnya adalah saya.Amiin ya Allah..)
5. Dalam suatu kunjungan ke lab tegangan tinggi (saya menemani tmn2 dari Universitas Negeri Padang yang sedang silaturahmi), sebuah alat tinggi besar menyambut saya. Simulator petir, yang oleh tmn2 elektro sering disebut markasnya zordon dlm serial power rangers, bnr2 megah! Saya membayangkan, jika saya memegang kendali terhadap alat2 besar seperti itu (kebanyakan alat untuk tegangan tinggi memang tinggi besar seperti itu), betapa kerennya saya.hahaha :p pasti rasanya amazing sekali.

Tapi, setau saya kebanyakan perusahaan listrik besar ada di luar jogja, bahkan di luar jawa. Jika saya nanti akhirnya harus bekerja di sana, jauh dari keluarga, bagaimana dengan anak istri saya?hehe saya memang menginginkan kehidupan keluarga yg normal-nornal saja. Pulang kerja bisa bercengkerama dengan anak istri, mengembalikan semangat yg hilang setelah bekerja seharian. Sukur2 bisa ttp di jogja, & bisa ngasih pendidikan terbaik buat putra-putri saya kelak (harus saya akui pendidikan di jogja rasa-rasanya masih yg terbaik untuk perkembangan anak bangsa).

hmm..saya masih belum menentukan pilihan. Konsentrasi Telekomunikasi di seberang sana masih melambaikan tangannya, seolah mengajak saya bergabung dengan mereka. Masih ada waktu sekitar 2 semester untuk menentukan pilihan. Semoga apapun yang menjadi pilihan saya nanti, bisa membawa kebaikan bagi saya dan orang-orang di sekitar saya. Amiin :)